Hai semua. Karena ini FF pertama aku, mohon maaf sekali atas segala kekurangan yang ada. Jangan lupa minta commentnya ya...
Judul : Please Comeback to Me
Cast : Jo Youngmin, Jo Kwangmin, Son Naeun, Jung Eunji, and other cast
Naeun POV :
Youngmin ninggalin aku gitu aja dan berpaling ke Eunji. Dia nembak Eunji kemaren, saat hari ulang tahunku yang ke-17! BAD SEVENTEEN EVER! Dan kampretnya, Eunji nerima dia. Padahal, gue kira Eunji adalah sahabat terbaik gue. Ternyata gue salah. Hebatnya lagi, mereka jadian pada hari itu juga, hari di mana Youngmin nembak dia. Syokkk berat! Akhirnya, persahabatan gue ama Eunji merenggang. Chorong berusaha ngehibur gue siang malem, tapi itu gak memperbaiki keadaan sedikit pun. Bomi bilang gue harus ngelupain Youngmin & cari cowo lain, tapi mana bisa sih.
Masa-masa menyedihkan itu berhasil dilalui Naeun. Sekarang mereka semua udah kuliah. Naeun & Eunji jadi lost contact. Ya, karena Youngmin & Eunji jadian, A-Pink bubar! Naeun memutuskan pindah keluar negeri pas masih SMA kelas 2 semester 2. Tapi pas kuliah, ternyata dia balik ke Korea. Dan asal kalian tau, Youngmin & Naeun satu kampus! Dan saat di perpus, sesuatu terjadi. Mata Naeun & Youngmin saling bertemu. Lalu Naeun segera berlari keluar sekencang-kencangnya untuk menghindari Youngmin. Youngmin hanya bisa diam terpaku memandang Naeun yang telah keluar perpus. Ia tidak percaya Naeun akan satu kampus dengannya.
1 bulan berlalu sejak kejadian itu, tetapi Naeun masih terus menghindar dari Youngmin. Sampai pada suatu hari, mereka bertemu di kantin. Kebetulan di kantin tidak ada orang kecuali mereka berdua. Youngmin langsung menggenggam erat tangan Naeun. Naeun mencoba melepaskan tangannya, tapi kekuatannya tidak seberapa dengan eratnya genggaman Youngmin.
"Lepaskan. Jebal, lepaskan. Aku ada keperluan penting sekarang."
"Waeyo kamu selalu menghindar dariku? Waeyo?"
"Karena sekarang kamu bukan milikku lagi & aku bukan milikmu lagi."
"Tapi aku ingin jadi milikmu lagi Naeun."
"Kau sudah punya Eunji, jadi sekarang lepaskan tanganku."
"Tidak. Kami berdua sudah putus."
"Apa maksudmu? Kalian sudah putus?"
"Ya, begitulah. Aku sadar bahwa aku hanya mencintaimu saja Naeun. Saranghaeyo yeongwonhi."
"Aku tidak percaya ini. Aku tidak mau jadi milikmu lagi. Mianhae. Jadi, jangan pernah ganggu hidupku lagi."
"Naeun, 1 hal yang perlu kamu tau, aku akan selalu menunggumu sampai kau mau kembali lagi kepadaku."
"Itu tidak akan terjadi."
Naeun menyentakan tangannya kuat-kuat sehingga tangannya yang lembut itu terlepas dari genggaman Youngmin, & berlari meninggalkan Youngmin seorang diri.
Keesokkan harinya, Naeun berangkat ke kampus dengan dibonceng oleh cowo terpopuler di kampus, Kwangmin. Melihat hal itu, semua cewe di kampus jadi membenci Naeun. Padahal, mereka berdua hanya berpura-pura pacaran. Kwangmin meminta Naeun untuk berpura-pura menjadi pacarnya agar cewe di kampus berhenti menggoda dia lagi. Mengapa dia memilih Naeun? Ya, karena Naeun adalah cewe tercantik dan terpelajar tentunya di kampus itu. Jadi sah-sah saja Kwangmin memilih Naeun. Naeun sih setuju saja, karena ia ingin membuat Youngmin putus harapan. Tapi Naeun salah. Youngmin malah semakin berusaha untuk mendapatkannya karena Youngmin tau Naeun masih suka kepadanya.
"Naeun, tunggu sebentar."
"Kau mau apalagi?"
"Jebal, kembalilah kepadaku."
"Masih berani kamu ngomong kayak gitu? Dulu segampang itu kamu ninggalin aku tanpa ngucapin maaf sekalipun. Emang apa salah aku? Apa aku udah gak pantas jadi pacar kamu lagi waktu itu? Kamu sama Eunji jadian dihari ultah aku yang ke-17. Itu sakit banget. Tapi sekarang, aku udah gak punya perasaan apapun sama kamu. Jadi tinggalin aku sekarang juga!"
"Ok. Mianhae. Tapi aku gak bisa hidup tanpa kamu. Apa sekarang aku harus kehilangan kamu selamanya?"
"Apa buktinya kamu gak bisa hidup tanpa aku? Saat aku pindah keluar negeri, kamu gak kenapa-napa. Kamu have fun aja sama Eunji."
"Aniyo...1 hari setelah kamu pindah ke luar negeri, aku langsung mutusin Eunji. Dan setelah itu, tiada hari tanpa memikirkamu."
"Jadi, kamu yang mutusin Eunji? Kamu udah nyakitin 2 cewe sekaligus. Kamu emang ga punya hati! Aku cuma suka sama Kwangmin & kita udah jadian. Jadi gak ada harapan lagi buat kamu milikin aku."
Naeun berlari kencang, lalu bukk... Naeun menabrak seseorang. Orang itu adalah Kwangmin.
"Kamu kenapa Chagi?"
"Aniyo, aku harus pergi sekarang. Sampai ketemu nanti siang."
"Waeyo kau terus menyakiti Naeun?"
"Aku bukan menyakitinya, aku hanya berusaha menjadi yang terbaik untuknya."
"Tidak ada yang lebih baik dari aku untuk Naeun."
"Aku sudah mengenal Naeun sejak lama & aku tau dia masih suka denganku."
"Naeun hanya suka denganku, jadi jangan ganggu hidupnya lagi."
"Jangan pernah ikut campur urusanku dengan Naeun."
"Tapi aku pacarnya, jadi aku berhak melindungi perasaannya dari orang-orang sepertimu."
"Apa maksudmu? Aku tau kau tidak benar-benar suka dengan Naeun. Kau sudah menjadi milik Bomi kan."
"Tentu saja tidak. Aku mencintai Naeun & Bomi bukan pacarku."
"Youngmin, na bogosipeo, tapi aku takut kamu sakiti lagi & aku gak mau nyakitin hati Kwangmin yang begitu baik sama aku. Aku masih suka sama kamu, tapi aku gak yakin kamu bisa bahagiain aku."
Naeun menangis di kamarnya sambil memegang foto-foto mereka. Tiba-tiba teleponnya berdering, itu adalah Kwangmin. Naeun enggan mengangkatnya, tetapi akhirnya ia mengangkatnya juga.
"Yeoboseyo..."
"Yeoboseyo Chagi, apa kau baik-baik saja sekarang?"
"Tentu, aku tidak apa-apa. Ada apa kau meneleponku?"
"Emm, Naeun, sepertinya aku mulai suka kepadamu. Nan joha."
"Aku juga. Tapi jujur saja, aku masih suka dengan Youngmin. Jika kau tidak keberatan, sebenarnya aku ingin kita akhiri saja hubungan kita yang memang hanya sebatas status palsu."
"Tak apa. Tapi aku tidak ingin kau disakiti lagi dengan Youngmin. Jadi, maukah kau jadi pacarku sesungguhnya?"
"Emm, ya sudah. Aku akan berusaha melupakan Youngmin. Anyeong..."
"Anyeong..."
"Naeun, kau mau ke mana?"
"Bukan urusanmu."
"Mau kuantar?"
"Tidak perlu. Sudah Kwangmin yang selalu setia kepadaku."
"Kwangmin? Setia? Apa kau tidak tau apa yang dilakukannya saat ini? Kukira kau & dia sudh putus."
"Mana mungkin aku putus dengannya. Memangnya, dia sedang apa?"
"Coba saja kau lihat dia di taman belakang. Lalu beritahu aku apa yang kau lihat."
Naeun segera berlari ke taman belakang dengan dibuntuti Youngmin. Ternyata, di situ ada Bomi & Kwangmin sedang berciuman mesra!
"Kwangmin! Bomi! Apa yang kalian lakukan? Jadi ini perlakuan yang aku terima? Mengapa semua cowo mempermainkanku."
Naeun segera berlari meninggalkan mereka. Bomi sangat bingung dengan apa yang terjadi. Bukk..Naeun menabrak Youngmin. Melihat Naeun menangis, Youngmin pu memeluk Naeun dengan hangat. Naeun menangis sejadi-jadinya.
"Waeyo...waeyo semua orang menyakiti perasaanku?"
"Naeun, maukah kau kembali kepadaku?"
"Ne, asalkan kau tidak menyakiti perasaanku lagi."
"Itu tidak akan pernah terulang lagi. Mianhae Chagi."
Kwangmin & Bomi segera menghampiri mereka. Kwangmin yang melihat Naeun menangis di pelukan Youngmin, tak kuasa menahan rasa sakit yang pastinya juga dialami Naeun. Ia pun meninggalkan pergi Bomi.
"Naeun, mianhae. Dari dulu, aku sudah pacaran dengan Kwangmin. Aku tidak tau kalau sekarang kau juga mencintainya. Mianhae."
"Tidak masalah. Lagian sekarang aku sudah tak suka lagi dengan Kwangmin. Aku gak bisa bohongin diri aku sendiri kalau aku memang masih suka sama Youngmin. Oiya, tolong beritahu Kwangmin, aku sangat berterimakasih & memohon maaf kepadanya. Aku tidak bermaksud menyakiti hatinya."
"Nah, kalau begitu, kamu mau hang out sekarang denganku Chagi?"
"Ne, tapi bagaimana dengan Bomi?"
"Tidak perlu khawatir. Sebentar lagi Chorong akan menjemputku."
"Oh, baiklah. Sampaikan salamku pada Chorong ya... Kami berangkat dulu. Anyeong."
"Anyeong."